Entri Populer

Kamis, 16 Desember 2010

Reformasi Protestan oleh Martin Luther

MARTIN LUTHER

A. Biografi Martin Luther
Tokoh ini dilahirkan dalam sebuah keluarga petani pada 10 november 1483 di Eisleben, thuringen Jerman. Ayahnya bernama Hans Luther dan ibunya bernama Margaretta. Jalur pendidikan Luther pertama dalam pendidikan dasarya di Mansfeld, lalu dalam pendidikan menengahnya di kecap di Magdeburg. Pada tahun 1501, Luther memasuki universitas Erfurt,yaitu sebuah universitras terbaik di Jerman pada saat itu, Di sini ia belajar filsafat , dan untuk pertama kalinya Luther membaca Alkitab. Orang tuanya menyolahkan Luther untuk bersekolah disini dikarenakan untuk persiapan memasuki fakultas hukum. Dan pada tahun 1505 Luther telah menyelesaikan studi persiapannya dan siap untuk memasuki pendidikan ilmu hukumnya .
B. LATAR BELAKANG GERAKAN ROFERMIS
Gerakan reformasi protestan yang di pelopori Martin Luther, John Calvin, Zwingli, John Knox dan lain-lain berdampak luas terhadap sejarah pemikiran social, keagamaan , politik di zaman tersebut. Gerakan ini pada awalnya adalah sebuah pemrotestan dari kaum bangsawan dan penguasa jerman terhadap kekuasaan imperium katolik Roma. Akan tetapi pada perkembangan berikutnya, gerkakan ini memiliki konotasi lain, yaitu dianggap dengan identik dengan semua gerakan dan organisasi yang menetang kekuasaan paus di Roma.
Gerakan reformasi protestan merupakan tahap lanjutan dari gerakan renaisans italia. Meskipun demikian, terdapat perbedaan ciri fundamental antara keduanya. Gerakan renaisans melahirkan prinsip nikmati hidup, manusia pada hakikatnya baik, percaya pada akal dan toleransi sedangkan gerkan Reformis menekankan prinsip bahwa akhirat dan kehidupan spiritual lebih penting dari kehidupan dunia, manusia pada dasarnya korrup dan bejat moralnya, percaya pada keimanan dan konformitas. Keduanya juga lahir karena pengaruh perkembangan kapitalisme, perdagangan dan markantilisme yang marak berkembang pada abad XIV-XVI.
Ada beberapa faktor penyebab dan latar belakang munculnya gerakan Reformis Protestan, antara lain :
1. Produk perlawanan terhadap gereja katolisisme.
Selama berabad-abad gereja dan lembaga kepausan telah banyak melakukan penyimpangan keagamaan tanpa ada satupun yang bisa menentang atau meluruskan penyimpangan-penyimpangan itu. Kalaupun ada, bisanya selalu gagal dan berakhir secara dramatis seperti yang dialami Giordano Bruno.
Penyimpangan ini terjadi dalam berbagai bentuk. Banyak para pemuka katolik memperoleh posisi social keagamaan melalui cara-cara yang etis dan tidak normal. Seperti yang terjadi dalam kasus Paus Leo X. Pasu katolik ini memperoleh uang sejumlah $ 5.250.000 dari hasil penjualan jabatan-jabatan gerejani. Ada juga Paus yang berperilaku amoral yang menyangkut hubungan dengan wanita seperti yang terjadi dalam kasus Paus Alexander VI. Paus ini diketahui memiliki delapan anak haram, tujuh diantaranya dimilikinya sebelum menjadi Paus,berarti ia hidup bersama tanpa nikah sebelum menjadi Paus. Dan masih banyak lagi penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh para pemuka gereja pada saat itu. Dengan banyaknya penyimpangan yang terjadi,ini menjadi salah satu faktor bagaimana munculnya gerakan Reformasi.
2. Terjadinya perkembangan Kapitalisme dan Krisis-krisis ekonomi di kawasan imperium Roma.
Inilah faktor ekonomi yang menjadi acuan munculnya gerakan reformasi Prostestan. Perkembangan kapitalisme yang sedimikian cepat yang terjadi di Eropa,khususnya Italia, Jerman, Inggris, Perancis, dan lain-lain. Membawa dampak serius terhadap doktrin keagamaan. Seperti kasus tentang ajaran pembungaan uang dengan permasalahan dihalalkan atau diharamkan. Apabila diharamkan, bagaimana cara gereja katolik menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi banyak Bank dan transaksi ekonomi yang mengandalkan mekanisme kerja sepenuhnya pada system pembungaan uang. Tanpa system bunga, kerja bank dan transaksi ekonomi akan macet, atau bangkrut. Kegagalan gereja dalam hal mengantisipasi masalah ini menimbulkan krisis kepercayaan terhadap kemampuan katolisisme dalam mengantisipasi perkembangan social ekonomi yang terjadi.
3. Penarikan Pajak-pajak yang memberatkan.
Dalam masalah penarikan pajak yang dirasa memberatkan,berdampak terhadap permasalahan krisis ekonomi. Merasa tertekan akibat pajak penduduk,terutama dari kalangan bawah (petani, pekerja dan lain-lain),yang berada dalam dominasi imperium gereja katolik. Ini mengakibtkan dari kalangan bawah merasa tertekan akibat penarikan pajak yang cukup besar jumlahnya. Munculnya ketimpangan ekonomi, pendapatan kas gereja melimpah ruah,dan banyak melakukan pembagunan-pembangunan gereja mewah di vatikan. Di lain sisi,di daerah-daerah lain seperti jerman mengalami kesulitan dana untuk membangun rumah ibadah. Kasus seperti inilah yang akhirnya timbul tuntutan untuk dihapuskannya pemungutan pajak yang dilakukan oleh orang-orang bangsawan.
4. Kebangkitan nasionalisme di Eropa
Nasionalisme tumbuh subur di daerah eropa utara seperti Inggris, Perancis dan Jerman. Ini disebabkan karena warganya dalam intervensi Paus dalam permasalahan internal Negara yang bersangkutan. Dengan kata lain, mereka berhak untuk menentukan nasib dirinya sendiri. Paus dianggap sebagai kekuatan asing yang eksploitatif dan harus dilawan.

C. Pemikiran Politik Martin Luther Dalam Reformasi Protestan Di Jerman

Reformasi protestan pertama kali terjadi di Jerman. Dalam pandangan Burns dan Ralph
( 1946),ia menyebutkan beberapa faktor kenapa reformasi protestan bisa terjadi pertama kali di Jerman. Diantaranya : pertama, Jerman di sekitar abad XV-XVI masih merupakan Negara agraris,yaitu Negara yang terbelakang di bandingkan Negara-negara Eropa lainnya. Sektor industri dan perdagangan belum berkembang seperti di Inggris dan Italia. Katolisisme berwatak konservatif, yang paling kuat berpengaruh di Negara ini. Penyembahan terhadap benda-benda dan tokoh keramat dianggap sebagai kepercayaan yang wajib untuk diyakini. Penjualan surat-surat pengampunan dosa juga paling banyak terjadi di Negara ini.
Kedua, rakyat jerman yang sebagian besar kaum tani, merupakan kelompok sosial yang paling merasakan penderitaan akibat kekuasaan katolisisme. Pemungutan terhadap besarnya pajak ini terus berlangsung dan tidak dapat dihentikan. Banyak juga para petani dan bangasawan ( penguasa lokal ) yang merasa dirugikan akibat dari kebijakan pemilikan tanah dan kekayaan ekonomi. Harta mereka sering diambil alih oleh gereja tanpa adanya alasan yang jelas.
Reformasi di jerman terjadi karena adanya faktor fase transisi. Yang dimaskut dari fase transisi disini adalah bergesernya atau berubahnya dari masyarakat feodal ke masyarakat ekonomi Profit (menuju masyarakat kapitalis). Fase transisi ini sebagaimana di Negara-negara lain merupakan fase yang kritis dan rawan. Gerakan sosial, keagamaan, politik akan mudah terjadi hanya karena adanya kerusuhan-kerusuhan kecil yang bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak manapun.
Dalam konteks ini muncul Martin Luther yang mempelopori keharusan adanya pembaharuan agama. Ia mencetuskan gerakan reformasi protestan dengan melakukan berbagai protes sosial-keagamaan terhadapa kekuasaan Paus.
Gerakan martin luther dimulai ketika ia membacakan 99 pernyataan protes kepada gereja dan lembaga kepausan yang menjual surat-surat pengampunan dosa itu. Luther menilai penjualan surat-surat tersebut itu bertentangan dengan ajaran Yesus Kristus. Berbuat kebajikan seperti memberi makan fakir miskin dan meminjamkan uang kepada orang yang membutuhkan lebih mulia ketimbang membeli surat-surat pengampunan dosa. Gereja dan para pemuka agama tidak mempunyai hak dalam memberikan pengampunan dosa. Tuhan lah yang berhak dalam melakukan hal itu. Inilah yang kemudian dinamakan doktrin Justification by faith .
Atas dasar keyakinan itu pula luther, sebagaimana kaum reformator lainnya, menetang doktrin sekramen suci gereja, pastor sebagai mediator antara manusia dengan tuhan, peyembahan bahan benda dan tokoh keramat, karena akan menimbulkan kepercayaan-kepercayaan yang tidak logis. Sekramen hanya berguan untuk membantu keimanan tapi sama sekali bukan sebagai alat untuk mencapai rahmat tuhan dan jalan keselamatan. Mitos keajaiban pastor ditetntangnya karena mengakibatkan terjadinya manipulasi dan pembodohan manusia. Apabila manusia ingin selamat,menurut luther ia harus melakukan hal-hal yang baik yang dianjurkan tuhan, banyak bertobat langsung kepada tuhan tanpa melalui perantara pastor.
Dalam ruang lingkup pembrontakan luther terhadap gereja dan para pemuka agama. Luther diperintahkan untuk datang dan menemui para pemuka gereja dan melakukan adu pendapat dan adu argument diantara mereka. Akhirnya di di cap sebagai Murtad oleh para pembesar-pembesar gereja dan dinyatakan bersalah kemudian diasingkan oleh dewan persidangan pada tahun 1521. Dan semua tulisan-tulisannya terlarang dan tidak bisa dipertanggung jawabkan.
Dalam tulisannya, On Christian Liberty, luther menegaskan bahwa bila seseorang memiliki keimanan pasti ia akan melakukak perbuatan baik. Dasarnya mengutip alkirab:
“pohon yang baik tidak akan menghasilkan buah yang korup, demikian pula phon yang korup tidak akan menghasilkan buah yang baik.”
Doktrin keimanan dalam berbuat baik ini merupakan wacana yang telah mendeklarasikan lembaga imamat. Doktrin luther ini meruntuhkan mitos-mitos kesucian yang berada dibalik kekuasaan gereja dan lembaga imamat. Dengan doktrin itu,luther meminjam istilah Peter Beger, telah melakukan debunking, penelanjangan mitos-mitos sosial dan keagamaan yang melekat pada individu atau lembaga.
Selain itu luther juga menolak tradisi keagamaan katolik yang sudah berlangsung ratusan tahun: Hak istimewa pastor membaca dan menafsirkan kitab suci. Menurutnya, siapapun pengikut kristus, bukan hanya pendeta, berhak membaca dan menafsirkan alkitab. Luther juga telah menggoyangkan sendi-sendi monastisisme katolik yang telah mapan selama berabad-abad: ia menganjurkan perkawinan bagi para pastor. Ini bertujuan untuk menghindari dari berbagai tindakan tak terpuji yang menyangkut hubungan dengan wanita diantara para pastor .
Tokoh reformis ini juga tidak setuju dengan prinsip monastisisme yang mengkehendaki pastor hidup asketis dengan cara menjalani kehidupan sebagai biarawan (biarawati) atau masyarakat spritualis yang hidup terpencil.kehidupan eksklusif sebagai biarawan (biarawati) menurut luther bukanlah cara terbaik untuk mensucikan diri dan menjalani keselamatan. Luther kemudian menawarkan gagasan worldly ascetism (asketisme duniawi) : orang dapat mensucikan dirinya dan memperoleh keselamatan justru dengan terlibat secara intensif dengan berbagai persoalan hidup di dunia, asalkan apapun yang dilakukannya semata-mata untuk keagungan tuhan.
Luther juga mengkritik terhadap doktrin politik gereja katolik roma. Ia miaslnya secara terbuka menentang doktrin kekuasaan universal Paus. Menurutnya, kekuasaan Paus tidak universal sebab Paus harus mengakui kekuasaan para pangeran penguasa sekuler suatu Negara yang memiliki prinsip-prinsip kenegaraan yang berdasarkan nasionalisme. Karena gagasan itulah,luther memiliki dukungan politis yang luas dari kalangan para penguasa dan bangsawan. Dukungan mereka kepada luther selain dalam hal keagamaan, tetapi juga karena alasan ekonomi dan politik. Mereka menolak membayar pajak dan juga ingin mengeluarkan diri dari imperium katolik roma. Karena dukungan itu, imperium katolik roma tidak berani memperlakukakn luther semena-mena seperti yang dialami para herectis terdahulu seperti Bruno, Savonarola dan lain-lain. Luther hanya diekskomunikasi (dipecat) dari jabatan keagamaanya.
Luther juga menuntut untuk membedakan otoritas politik dan otoritas agama. Paus juga dituntut untuk mengakui otoritas politik penguasa Negara dan tidak mencampur adukannya dengan otritas agama. Tuntutannya berhasil, keberhasilannya ditandai dengan adanya pemisahan tegas tentang kekuasaan agama dengan kekuasaan politik. Lembaga kepausan tidak lagi menginterrvensi apa yang menjadi wewenang para penguasa Negara, para pastor tidak lagi dijadikan wakil-wakil Negara dan gereja juga kemudian ditempatkan berada dibawah kekuasaan Negara. Dengan kata lain, gereja subordinatif dan merupakan bagian integral dari Negara, buakan sebaliknya.


DAFTAR PUSTAKA

www.biokristi.sabda.org/martin_luther_1483_1546
Pemikiran politik barat, Ahmad Suhelmi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
www.info.indotoplist.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar